"MEMILUKAN" Curhat Hamil Dan Diciekiik, Jadi Penyebab Siswi SMP Bernas Kerinci Dibunuh

 

INTAN - Mayat Intan Aulia Sari Yang Ditemukan di Jalan Lintas Bono Km 03, Desa Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau, Kamis (11/2/2021) sekitar 13.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi menggenaskan dan membusuk | Istimewa

Riaubisa.com, Pelalawan - Sat Reskrim Polres Pelalawan, berhasil mengungkap pembunuhan siswi SMP Bernas Pangkalan Kerinci, Intan Aulia Sari (15) yang ditemukan membusuk.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Ario Damar SH SIK, dalam konperensi pers di aula Meranti Mapolres untuk, Sabtu (20/02/2021), mengungkapkan, pelaku pembunuhan masih berusia 17 tahun atau Anak Dibawah Umur.

"Ada 6 rekaman CCTV yang kita ambil dan merekam mobil pelaku yang membawa korban," kata AKP Ario, dikutip tribunbatam

Hal itu diketahui dari keterangan para saksi serta petunjuk dari mobil minibus yang menjemput korban berikut bukti rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalan yang dilintasi kendaraan tersangka.

Adapun kronologis pembunuhan korban Intan berdasarkan hasil penyelidikan Satreskrim Polres Pelalawan berawal korban Intan memiliki kegiatan di SMP Bernas Pangkalan Kerinci pada Senin (8/02/2021) lalu.

Kemudian tersangka menjemput korban di Jalan Sakura Pangkalan Kerinci sekitar pukul 11.26 wib menggunakan mobil.

Mereka menuju SMP Bernas yang terletak di Jalan Abdul Jalil dengan melewati Jalan Seminai dan tiba di sekolah sekitar jam 11.55 wib.

Perjalanan kedua pelajar itu terekam dalam kamera CCTV yang ada di sepanjang perlintasan.

Sekitar 20 menit di sekolah untuk menjemput tugas dari guru, korban pulang dengan menaiki mobil pelaku yang menunggu di depan sekolah.

Mereka kemudian berkeliling Kota Pangkalan Kerinci dan mengitari Jalan Lintas Timur (Jalintim).

Setibanya di Jalintim ke arah Desa Kemang, tersangka memberhentikan mobilnya dan diduga saat itu mereka terlibat pembicaraan serius.

Korban mengaku hamil dan meminta pelaku bertanggungjawab atas bayi yang dikandungnya.

"Diantara mereka tidak ada hubungan pacaran, hanya berteman atau bergaul saja. Memang sudah kenal," tambah Kasat Ario.

Mendengar pengakuan gadis belia itu, tersangka langsung khilaf dan berusaha mencekik korban di dalam mobil yang sedang diberhentikan itu.

Selama lima menit membekap korban dan menghentikan pernafasannya, pelaku memastikan perempuan itu telah meninggal dunia lantaran tidak bergerak lagi.

Dalam kondisi semakin khilaf itu, siswa SMA tersebut kembali menjalankan kendaraannya menyusuri Jalintim ke arah Simpang Bunut, kemudian masuk ke Jalisbon Desa Dundangan.

"Pelaku sempat membuang HP dan kertas tugas korban di jalan. Ini sedang kita cari karena pelaku lupa-lupa ingat," kata Ario.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat di Jalisbon Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras, pelaku membuang mayat siswi SMP itu di tepi jalan setelah memastikan tidak ada orang lain yang melihat.

Lantas tersangka kembali pulang ke rumahnya seakan tidak ada masalah.

Informasi hilangnya Intan langsung beredar luas di media sosial Facebook, WAG, hingga Instagram.

Pihak keluarga juga melaporkan anak gadisnya yang tidak kunjung pulang ke rumah setelah menjemput tugas dari sekolah.

Pada Kamis (11/02/2021) sore, warga mencium bau busuk saat melintas di Jalisbon Desa Dundangan, tempat jenazah korban dibuang oleh pelaku.

Setelah dicari ternyata, aroma tak sedap itu berasal dari mayat yang ada di tepi jalan.

Tim identifikasi dari Polres Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kuras turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengevakuasi jenazah tersebut.

Mayat itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan dilakukan visum serta autopsi.

Polisi memastikan jika jenazah tersebut adalah Intan Aulia Sari, siswi SMP Bernas yang dilaporkan hilang empat hari sebelumnya.

Lantas keluarga membawa jenazah perempuan malang itu ke Pangkalan Kerinci untuk dikebumikan.

"Sempat beredar berbagai spekulasi di masyarakat. Adanya penculikan dan sebagainya. Sekarang kami pastikan bukan penculikan," tegas Ario Damar.

Bermodalkan berbagai keterangan saksi, rekaman CCTV, hingga petunjuk yang ditemukan di TKP, polisi melakukan profiling terhadap mobil yang menjemput korban dan terduga pelaku.

Setelah semua bukti mengarah ke tersangka yang merupakan pria yang menjemput korban di hari terakhir hidupnya.

Polisi mengamankan pelaku di sebuah mesjid di Pangkalan Kerinci pada Jumat (19/02/2021) siang.

"Selama satu Minggu ini pelaku hanya di Pangkalan Kerinci saja, tidak ada kemana-mana. Sampai saat ini yang bersangkutan masih kita periksa," jelasnya.

LihatTutupKomentar