TEKA-TEKI Munculnya Kapal Selam Nuklir Perancis Sebelum Tenggelamnya KRI Nanggala, Adakah Kaitannya?

 


Ada kapal selam nuklir lain yang muncul sebelum KRI Nanggala-402 hilang kontak yang kini tengah jadi bahan perbincangan. Ada kaitannya?

Sebelum KRI Nanggala 402 hilang, sehari sebelum tepatnya tiba-tiba muncul sebuah  kapal  selam nuklir.

Kapal selam nuklir itu milik negara Prancis.

Berlayar di sekitar Selat Sunda hingga Laut Jawa.

Cukup mengundang pertanyaan tujuan dan kehadiran kapal selam nuklir tersebut di perairan Indonesia.

Saking mencuri perhatian, asumsi pun mulai bermunculan.

Terutama soal dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam.

Tragedi hilangnya KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali.
Tragedi hilangnya KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali. (Instagram.com/@jud1ka)

Peristiwa hilang kontak KRI Nanggala 402 sedang mendapat perhatian karena meninggalkan nasib pilu dari keluarga korban.

53 awak yang merupakan prajurit TNI AL kini belum diketahui kondisinya.

Status kapal selam KRI Nanggala-402 sudah dinyatakan berubah status dari hilang menjadi tenggelam.

Hingga akhirnya pada, Minggu (25/4/2021) didapat kepastian, bahwa puing-puing kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan di perairan Bali Utara pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan air.

Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksmana Yudo Margono, Minggu 25 April 2021 dikutip dari Kompas TV via TribunBali.com.

Dengan ditemukannya puing-puing kapal dikedalaman 838 meter, Yudo memastikan bahwa semua awak kapal selam KRI Nanggala 402 tewas alias meninggal dunia.

Selain itu, pihaknya juga menemukan pakaian kedaruratan milik awak KRI Nanggala dalam kondisi tersobek-sobek.

Kasus KRI Nanggala-402 pun menarik perhatian netizen lainnya.

Disisi lain, berita tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 masih menjadi trending topic di media sosial Twitter Indonesia.

Pembicaraan soal KRI Nanggala 402 masih sangat misterius.

Termasuk penyebab-penyebab tenggelamnya kapal.

Hingga terbaru, ada kabar yang menyatakan bahwa terdapat sebuah kapal selam nuklir lain yang muncul sehari sebelum tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Salah satunya akun Twitter @ovalentinus_w.

Di mana dia mengunggah screen shot mengenai penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Dan apakah ada hubungannya dengan kapal selam nuklir SNA Ã‰meraude milik Prancis.

Kapal itu memang dilaporkan telah kembali dari Laut China Selatan.

Namun Kapten kapal selam Prancis Antoine Delaveau mengatakan kepada Navy News bahwa kapal selam itu berhasil beroperasi sebagian tanpa terdeteksi.

Dia mengatakan kru telah mengarungi kapal, bernama Émeraude, "dengan diam-diam."

Bahkan Komandan menambahkan, kapal selam tersebut telah muncul ke permukaan sebelum bergerak melalui Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera.

TNI AL sendiri memang telah menggelar latihan bersama dengan kapal perang Perancis yang tengah melintasi Selat Sunda, Senin (8/2/2021).

Namun pemilik akun Twitter @ovalentinus_w menambahkan itu adalah informasi yang dibagikan kepada publik.

Bagaimana jika kapal selam Prancis itu melakukan hal rahasia sebelum atau sesudah meninggalkan Laut Sunda?

Inilah yang menjadi pertanyaan banyak orang termasuk pemilik akun ini.

Dia juga yakin para pakar militer memikirkan potensi penyebab ini.

Tragedi hilangnya KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali.
Tragedi hilangnya KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali. (Instagram.com/@jud1ka)

Dilansir dari  Express.co.uk pada Senin (19/4/2021), Angkatan Laut Prancis mengungkapkan bahwa kapal selam nuklir SNA Emeraude telah kembali dengan selamat setelah melalukan misi ke Laut China Selatan.

Ya, Prancis memang salah satu negara yang menolak klaim China atas Laut China Selatan dan mulai mengepung wilayah perairan itu.

Hampir tujuh bulan bertugas, Captian Delaveau melaporkan bahwa kapal selam nuklir SNA Emeraude berhasil menyeberangi Laut China Selatan tanpa insiden.

Masalahnya selain di Laut China Selatankapal selam itu dilaporkan "berlayar bebas" melalui laut yang saat ini diperebutkan antara China, Vietnam, dan Filipina.

Sebagaimana TribunStyle.com kutipd ari TribunJatim.com, Misteri Kemunculan Kapal Selam Nuklir Lain Sebelum KRI Nanggala Hilang, Jadi Penyebab? 'Diam-diam'. Salah satunya ke Laut Sunda!

Apa kehebatan kapal selam nuklir SNA Emeraude?

Kapal selam nuklir SNA Emeraude merupakan kapal selam serang nuklir dari generasi pertama kapal selam serang Angkatan Laut Prancis.

Emeraude adalah yang ke-4 dari 6 SSN kelas Rubis.

Dibanding kapal selam lainnya, ke-6 SNN Angkatan Laut Prancis sangat penting untuk keselamatan dan dukungan operasi SSBN (kapal selam rudal balistik) Prancis.

Bahkan kapal ini mampu memberikan perlindungan kekuatan proyeksi angkatan laut (kelompok pemogokan kapal induk).

Sehingga tak heran jika kapal ini bisa menjadi ancaman permanen bagi musuh potensial.

Alasannya karena kapal selam nuklir ini memiliki kemampuan dengan cepat dan tetap dalam waktu yang lama, secara diam-diam.

Bahkan SSN juga dapat mengumpulkan intelijen hingga melakukan operasi khusus.

Jika diperlukan, SSN ini dapat mengerahkan senjatanya: torpedo, rudal anti-kapal, dan ranjau.

Kapal selam nuklir SNA Emeraude memiliki panjang 73,6 m, balok 7,6 m, dan draft 6,4 m. Ini memiliki 70 orang awak termasuk 10 petugas.

Penyelam awak KRI Nanggala yang dinyatakan tenggelam
Penyelam awak KRI Nanggala yang dinyatakan tenggelam (Grid.ID)

Terbaru, Panglima TNI Angkatan Laut, memberikan pernyataan terkait status para awak kapal yang masih dicari hingga saat ini.

"Seluruh awak KRI Nanggala-402 telah gugur," ungkap KSAL.

Bagaimana sebenarnya kapal KRI Nanggala 402 bisa mengalami keretakan?

Video viral yang tersebarpun cukup bisa menggambarkannya.

Adanya keretakan yang dialami oleh KRI Nanggal-402 diperkuat dengan penemuan sejumlah benda.

Benda-benda yang diyakini berasal dari kapal selam ini, yaitu alat shalat, busa penahan panas, komponen pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, oli untuk melumasi periskop, dan solar.

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 disebut seperti yang dialami kapal selam Argentina ARA San Juan.

Melansir BBC (17 November 2018), kapal selam ARA San Juan menghilang 430km di lepas pantai Argentina pada 15 November 2017 dengan membawa 44 awak.

Angkatan laut Argentina menghentikan misi penyelamatannya dua minggu setelah kapal selam itu menghilang.

Namun, setahun satu hari setelah hilang, para pejabat mengumumkan kapal selam tersebut telah ditemukan 800 m di bawah permukaan Samudra Atlantik.

ARA San Juan sedang dalam perjalanan kembali dari misi rutin ke Ushuaia, dekat ujung selatan Amerika Selatan, ketika dilaporkan mengalami "gangguan listrik".

Menurut komandan angkatan laut Gabriel Galeazzi, kapal selam itu muncul dan melaporkan terjadinya "korsleting" di baterai kapal.

Kapal selam itu diperintahkan untuk mempersingkat misinya dan segera kembali ke pangkalan angkatan laut di Mar del Plata.

Kontak terakhir angkatan laut Argentina dengan kapal itu sekitar pukul 07:30 waktu setempat pada 15 November, di mana kaptennya dikabarkan mengkonfirmasi bahwa awaknya baik-baik saja.

Delapan hari setelah kapal selam itu menghilang, Organisasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir yang berbasis di Wina mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi suara beberapa jam setelah kontak terakhir kapal selam itu.

Lembaga itu, yang mengoperasikan jaringan pos pendengaran untuk memantau ledakan nuklir, mengatakan bahwa telah terjadi "anomali hidro-akustik" sekitar 30 mil laut (60 km) utara dari posisi terakhir kapal selam.

Angkatan Laut Argentina mengatakan itu mungkin suara kapal selam yang meledak.

Juru bicara Angkatan Laut Enrique Balbi mengatakan bahwa air telah memasuki snorkel kapal selam, yang digunakan untuk mengambil udara dari atas permukaan saat kapal selam itu tenggelam.

Air asin menetes ke baki baterai di haluan, menyebabkan baterai korsleting dan membara, katanya.

Sebuah video yang diunggah channel Kostack Studio "Submarine ARA San Juan Simulation (Implosion + Sinking), similar to KRI Nanggala 402" yang menampilkan simulasi kerusakan kapal selam ARA San Juan dengan gambar 3D (3 dimensi) pun menjadi pembahasan sejumlah kalangan.

Mereka menilai tenggelamnya kapal selam ARA San Juan mirip dengan yang dialami KRI Nanggala-402.

Video tersebut menggambarkan badan kapal tidak kuat menahan tekanan air hingga mengalami keretakan.

Kemudian, kapal selam tersebut hancur menjadi dua bagian besar serta banyak serpihan yang terlontar dari badan kapal selam.

Badan kapal tersebut pun tenggelam hingga dasar lautan yang kedalamannya mencapai ratusan meter.

(TribunJatim.com)

LihatTutupKomentar