Mukjizat Itu Nyata, 4 Anak Ini Menjadi Penghafal Al-Qur’an Meski Alami Keterbatasan Fisik

Mediadakwahislami.com—Keterbatasan terkadang menjadi penghalang dan alasan kemalasan bagi sebagian orang. Namun apa yang dialami oleh para penghafal Al-Qur’an berikut ini benar-benar akan menggugah hati dan mata kita. Bagaimana tidak, di tengah kekurangan fisik itu, mereka tampil dan menunjukkan prestasinya sebagai penghafal Al-Qur’an. Salah satunya adalah Muhammad Naja Hudia Afifurohman atau akrab disapa Naja.

Dilansir dari Liputan6.com, dokter mendiagnosisnya dengan celebral palsy atau Iumpuh otak. Artinya, sebagian sel otak yang mengatur gerak motorik rusak, namun mampu menghafal Alquran 30 juz.

Kehadirannya di ajang Hafiz Indonesia tahun 2014, sukses menginspirasi dan memotivasi masyarakat Indonesia untuk belajar Alquran.

Muhammad Naja Hudia Afifurohman berhasil menghafal Alquran meski menderita Menderita celebral palsy atau Iumpuh otak tak lantas membuat Muhammad Naja Hudia Afifurohman atau Naja menyerah dengan keadaan tersebut.

Bocah asal Mataram, Nusa Tenggara Barat ini membuat takjub banyak orang karena kemampuannya menghafal ayat-ayat Alquran lembar demi lembar. Menghafal Alquran sejak berusia 3,5 tahun, Naja akhirnya mampu menghafal Alquran 30 juz di usia 9 tahun. Ia juga menghadiri acara Hafiz Indonesia 2019.

Tidak hanya Naja, anak-anak luar biasa di bawah ini juga menjadi penghafal Al-Qur’an meski memiliki keterbatasan. Syekh Jihad al Maliki yang cacat mental tapi hafal Al-Qur’an

Sosok Syekh Jihad al Maliki pernah membuat takjub dan mengharukan masyarakat Indonesia dengan kemampuannya menghafal Al-Qur’an. Seperti yang kita ketahui, sosok anak laki-laki asal Madinah memiliki keterbatasan fisik berupa tunanetra. Namun, hal itu tidak menghalangi dia untuk menghafal Alquran melalui huruf braille.

Kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala ditunjukkan melalui seorang gadis bernama Sarah Al Balushi. Sarah Al Balushi berhasil menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan. Menderita cerebral palsy, tetapi dia mampu menghafal setidaknya 42 surat Alquran dalam setahun.

Situs Republika.co.id menulis, Sarah yang belajar menghafal Alquran di pusat Alquran Mohammed bin Obaid, Uni Emirat Arab, awalnya hafal tiga huruf yaitu An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas. Kemudian dilanjutkan dengan ayat kursi dari surat Al Baqarah.

Sosok Fajar Abdulrokhim Wahyudiono yang mampu mendobrak kondisi Sama seperti Naja dan Sarah Al Balushi, Fajar Abdulrokhim Wahyudiono juga menderita cerebral palsy (cerebral palsy), namun dikaruniai kemampuan menghafal Alquran.

Laman Hidayatullah.com menuliskan, Fajar yang lahir prematur dengan berat badan 1,6 kg itu baru diketahui mengidap penyakit Iumpuh otak (cerebral palsy) di usia 1 tahun.

Berkat rekaman murattal hariannya, Fajar diketahui telah menghafal Alquran di usia 4,5 tahun. Tak hanya itu, ia juga meluncurkan buku berjudul “Fajar Sang Hafizh, Anak Berotak Menghafal Alquran”.

Sungguh kisah di atas mampu menampar setiap muslim yang sebenarnya sehat dan bertubuh normal tapi lalai terhadap agamanya sendiri. Meski hidup dalam keterbatasan, cerita anak-anak di atas mampu menaklukkan keadaan agar bisa menghafal Al-Qur’an. Itu adalah cerminan bagi kita yang seringkali melupakan tugas dan kewajiban kita terhadap agama meskipun kita diberi tubuh fisik yang lengkap. Semoga pelajarannya bisa dipetik.

Sumber: Boombastis.com

LihatTutupKomentar