Di Balik Luka dan Duka, Anak Istri Masih Menanti Sang Pelaut Pulang, Air Mata Netizen Mengucur Tanpa Permisi

 

Ada banyak kisah luka dan duka di balik tenggelamnya KRI Nanggala-402. Di sana ada anak hingga istri masih mengharap Sang Pelaut pulang kembali bersama keluarga mereka.

Kisah itu tak terasa membuat banyak air mata netizen keluar tanpa permisi.

Hal ini seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Minggu 25 April 2021.

MLT: “Ada istri yang menanti suaminya pulang. Ada anak yang menanti ayahnya kembali. Ada ibu yang menanti anaknya pulang. Semoga ada keajaiban.”

Susan: “Semoga masih bisa ada keajaiban,,kalau boleh meminta…”

Tuty Handayani: “Tak kuasa menahan tangis. Turut bduka cita.”

Sebelumnya diberitakan, sudah lebih dari tiga hari kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang. Upaya pencarian di sejumlah titik lokasi pun terus dilakukan. Berdasarkan temuan yang ada saat ini, terindikasi unit tempur produski Jerman tahun 1979 itu tenggelam ke dasar laut.

“Unsur-unsur TNI AL menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang jadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala. Detailnya nanti dijelasknan KSAL terkait isyarat yang ketiga yaitu subsunk,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Lanud Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/4).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menambahkan, tim pencari menemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi kejadian. Kemudian ada pula beberapa puing dari KRI Nanggala-402, termasuk barang-barang milik ABK. Atas dasar itu, KRI Nanggala-402 terindikasi diyakini sudah memasuki fase tenggelam.

“Saat ini kita isyaratakan dari submiss (hilang) menuju fase subsunk (tenggelam). Kita tingkatkan menuju subsunk. Kita akan siapkan evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan selamat,” kata Yudo.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.

TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

Sementara itu, istri salah satu kru kapal selam Letda Laut (T) Rhesa Tri Utomo Sigar, Anasthasia Christina, pada Kamis (22/4) lalu menulis pesan untuk suami tercinta di akun media sosialnya. Thasia yang menikah dengan Letda Sigar pada 2019 itu, mengunggah foto keduanya. Di bagian caption, dia menulis, “Semangat suamiku. Cepat ada kabar ya, cepat pulang.”

Kakak Letda Sigar, Sonny Sigar, juga berharap adik bungsunya itu bisa kembali berkumpul dengan keluarga. “Dek @rhesa_sigar pulang yook, ditungguin loh sama kita semua di rumah di Surabaya. Pasti lo mampu dek, biar kita kumpul lagi. Kita semua yakin papi sama Tuhan pasti lindungi lo. Please jangan nyerah yah dek!!!” tulis Sonny di Instagram Story-nya, Kamis malam (23/4), disertai foto lengkap keluarganya.

Sebelumnya, Tante Letda Rhesa, Sil Sigar-Polak, menuturkan seluruh keluarga besar berharap, Rhesa kembali dalam keadaan selamat. Apalagi katanya, istri Letda Rhesa saat ini sementara mengandung. “Saat ini kakak kami, ibu dari Resha, sudah di Surabaya. Kami keluarga berharap dan berdoa, agar semua yang di dalam kapal bisa kembali ke pangkalan dengan selamat,” ujarnya dinukil Manado Pos..

Letda Rhesa diketahui masih berkerabat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto. Oma dan opa (kakek-nenek, red) Letda Rhesa, adalah Leentje Rumbay dan Willem Theodorus Sigar. Leentje Rumbay diketahui asal Papakelan, Tondano, Kabupaten Minahasa. Sementara Willem Theodorus Sigar adalah sepupu Dora Sigar, ibu Menhan Prabowo.

Letda Rhesa diketahui merupakan bungsu dari tiga dari bersaudara, anak pasangan Letkol (Inf) Simson Godfried Sigar dan Indah Sigar. Letkol Simson diketahui adalah salah satu anggota TNI yang gugur dalam peristiwa kecelakaan helikopter di Timor Timur (Timtim), 4 Juni 1998. Selain Letkol Simson yang kala itu menjabat Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 164/Wira Dharma Dili, 11 anggota TNI lain ikut gugur dalam peristiwa tersebut. Termasuk Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Yudomo Sastrosoehardjo dan Danrem 164/WD Kol (Inf) Salamat Sidabutar.

LihatTutupKomentar